Opini

Jualan Pendidikan di Sistem Kapitalisme

67
×

Jualan Pendidikan di Sistem Kapitalisme

Sebarkan artikel ini

Oleh Purwanti
Aktivis Dakwah

 

Sungguh malang nasib anak bangsa ini, niat hati ini menggapai cita-cita setinggi mungkin, namun apalah daya terbentur karena biaya UKT (uang kuliah tunggal) yang mahal.

Sebagaimana yang terjadi dengan 50 orang calon mahasiswa baru Universitas Riau yang lolos SNBP (seleksi nasional berdasarkan prestasi) dan memutuskan mengundurkan diri karena tidak sanggup membayar UKT yang mahal. (Kompas.com, 20-05-2024)

Salah satunya kisah pilu Siti Aisyah, gadis berusia 18 tahun yang lulus SNBP harus mengundurkan diri. Dia harus membayar UKT golongan 4 sebesar 3,5 juta per semester, sedangkan dia berasal dari keluarga kurang mampu.(SindoNews.com, 23-05-2024)

Bagaimana Bangsa ini akan mencapai Indonesia Emas 2045, sedangkan untuk mendapat pendidikan tinggi sangat sulit?

Pentingnya Pendidikan

Pendidikan merupakan tonggak peradaban kemajuan suatu bangsa. Pendidikan memegang peranan penting dalam mengatasi kebodohan dan kemiskinan. Melalui pendidikan akan menghasilkan SDM yang unggul dan kompeten.

Kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Bagaimana mungkin kita bisa mengatasi kemiskinan, sedangkan masyarakat masih diselimuti oleh kebodohan, karena sulit mengakses pendidikan.

Mahalnya UKT mengakibatkan terjadinya kesenjangan sosial. Di mana hanya orang kaya yang dapat mengenyam pendidikan tinggi, sedangkan orang miskin harus mengubur mimpi mereka menjadi sarjana. Siswa yang berprestas tidak ada jaminan dapat mengenyam pendidikan tinggi. Tetapi uanglah yang menjadi standar bisa atau tidaknya meneruskan ke perguruan tinggi.

Seharusnya pendidikan dapat dinikmati semua kalangan masyarakat. Apalagi pendidikan merupakan hak setiap individu. Di dalam UUD 45, negara berkewajiban untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Tetapi faktanya negara berlepas tangan, justru pada saat ini negara malah memberikan beban kepada masyarakat dengan menjadikan pendidikan, harus ditanggung sendiri ditambah mahalnya biaya UKT.

Pendidikan Kapitalisme

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *