Opini

Jalan Berlubang, Tanggung Jawab Siapa?

611
×

Jalan Berlubang, Tanggung Jawab Siapa?

Sebarkan artikel ini

Dalam pasal 24 ayat (2) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, disebutkan bahwa warga yang terdampak jalan rusak punya peluang untuk menuntut haknya sesuai wewenang jalan. Saat ini bukan hanya kerugian materiil yang didapatkan pengguna jalan tapi juga imateril hingga nyawa.

Sayangnya, lembaga-lembaga tersebut terlibat dalam hubungan yang tidak ideal. Oleh karena itu, sekalipun kerusakan jalan sudah banyak makan korban,sistem anggaran dan birokrasi berbelit, rawan korupsi hingga pembangunan jalan cenderung ala kadarnya.

Dalam kacamata Islam

Islam mempunyai pandangan yang sangat jelas mengenai pengelolaan jalan dan infrastruktur milik umat. Islam adalah agama yang sangat menjaga hak-hak umat. Salah satunya agar tidak terjadi pelanggaran terhadap hak hidup masyarakat.

Jalan adalah fasilitas umum yang wajib dipenuhi oleh negara agar terwujud kehidupan yang aman dan sejahtera. Untuk itu, negara harus memenuhi kebutuhan jalan tersebut dengan sebaik-baiknya. Cara yang baik dan benar harus dibarengi dengan aturan yang bisa membuat jera bagi pelaku kerusakan tersebut.

Tingginya angka korupsi dan berbagai kelalaian yang dilakukan lembaga terkait harusnya bisa ditindak oleh penguasa, sehingga muncul rasa jera bagi pelaku kemaksiatan tersebut. Rasa takut dan jera bagi pelaku kemaksiatan tidak akan muncul manakala aturan buatan manusia itu sendiri tidak tegas dan mudah digoyang dengan suap uang.

Marilah, kita upayakan dan wujudkan islam rahmatan lil alamin dengan menjadikan islam sebagai sumber hukum. Kita campakkan hukum buatan manusia yang memiliki banyak celah. Manusia adalah makhluk lemah, maka ketika berhukum dengan hukum buatannya tentu tidak akan sebanding dengan hukum buatan sang pencipta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *