Opini

Jalan Berlubang, Tanggung Jawab Siapa?

554
×

Jalan Berlubang, Tanggung Jawab Siapa?

Sebarkan artikel ini

Oleh: Mulia

 

Jalan berlubang semakin banyak di Palembang. Hal ini menyebabkan kekhawatiran bagi pengguna jalan, terutama pengendara motor. Di Jalan Demang Lebar Daun saja seringkali ditemukan pengendara yang jatuh atau hampir jatuh di jalan berlubang. Begitu juga jalanan di daerah bukit dan banyak jalan lainnya (rri.co.id, 25/5/24).

Beberapa jalan lainnya yang juga mengalami kerusakan adalah di Jalan Srijaya Negara. Di jalan ini ada banyak lubang pada jalan. Begitu juga di depan Markas Satuan Brimob Polda Sumsel. Lalu jalan rusak juga ada di Jalan Jaksa Agung R Soeprapto. Kerusakan ini menyebabkan kemacetan panjang, terlebih lagi jika hujan turun (detiksumbagsel, 23/5/24).

Penyebab Jalan Rusak

Kondisi jalan rusak, jika dibiarkan dan tidak ditangani dengan baik akan berpotensi rawan menyebabkan kecelakaan lalu lintas dan bisa menimbulkan korban. Apalagi saat musim hujan, sebab akan banyak sekali jalan berlubang yang tergenang air. Ini berbahaya bagi pengguna jalan, karena bisa beresiko kecelakaan.

Adapun faktor yang menyebabkan jalan rusak dan berlubang itu variatif. Beberapa di antaranya overtonase atau overloading kendaraan seperti truk, tronton, volume, dan beban lalintas yang tinggi. Faktor lainnya adalah aspal dengan kualitas kurang bagus, gangguan samping badan jalan, seperti saluran air atau sistem drainase tidak berfungsi, kondisi konstruksi tanah dasar yang tidak stabil, karakteristik lalu lintas yang bervariasi, dan lain sebagainya. Salah satu faktor penyebab kerusakan jalan yang paling sering ditemukan adalah adanya bekas galian yang belum selesai.

Tanggung Jawab Siapa?

Jika dikembalikan pada siapa yang bertanggung jawab, kewenangan penanggung jawab jalan rusak, untuk jalan nasional wewenangnya Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, jalan provinsi wewenangnya Pemerintah Provinsi dan jalan kota/kabupaten wewenangnya adalah Pemkot/Pemkab. Tapi tidak berhenti sampai disitu. Jalanan rusak juga disebabkan karena masuknya truk tronton berkapasitas besar ke kota. Dalam hal ini, maka dinas perhubungan turut bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *