Opini

ISLAM MELAHIRKAN GENERASI-GENERASI YANG BERKUALITAS

73
×

ISLAM MELAHIRKAN GENERASI-GENERASI YANG BERKUALITAS

Sebarkan artikel ini

Oleh: Ibu Komanah

(Ibu rumah tangga).

 

Dengan jumlah penduduk yang besar ditambah topografi pegunungan, masih terdapat daerah di kabupaten Bandung belum memiliki sekolah SMA khususnya Negri. Kondisi ini menjadikan banyak siswa yang kerepotan dalam mencari sekolah SMA, terutama di daerah daerah terjauh. Pasalnya dengan penerimaan peserta didik baru PPDB mereka tidak bisa masuk zonasi, atau kalah saing dengan siswa yang rumahnya dekat dengan rumahnya.

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Sugianto mengatakan, terdapat beberapa daerah yang masih kesulitan bisa masuk SMA Negeri dengan alasan rumah jauh, kondisi tersebut kata Sugianto harus juga dipikirkan oleh pemerintah Kabupaten Bandung , supaya bisa memfasilitasi pendidikan anak anak di tempat terjauh sekalipun. Pemkab Bandung bisa mengajukan sekolah baru kepada pemerintah Propinsi Jawa Barat, untuk mempasilitasi siswa siswa yang ada di titik Kabupaten Bandung, dengan pasilitas pendidikan minim.

Dia menyontohkan Pemkab Bandung, bisa mengajukan untuk membuat sekolah satu atap, yakni SMA di satukan dengan SMP terdekat. Dia menjelaskan, biasanya pemerintah Propinsi tidak mengabulkan permohonan sekolah baru tersebut, dikarnakan adanya beberapa persyaratan seperti ketersediaan lahan dan lainnya, jadi Pemkab Bandung bisa memberi intervensi lebih supaya anak di titik terjauh masih bisa melanjutkan pendidikannya.

Sudah tidak asing lagi, dari tahun Ketahun pada setiap PPDB selalu saja terjadi kekisruhan, apa lagi sistem yang di berlakukan pada masa sekarang ini adalah zonasi. Sistem zonasi adalah sistem penerimaan siswa baru yang berada di wilayah tempat tinggal terdekat dengan sekolah, dengan ketentuan jarak tempuh yang telah ditentukan oleh sekolah. Sejauh ini sistem zonasi sering mendapat kritikan, karena secara tidak langsung sistem ini sangat merugikan bagi siswa yang mendapatkan nilai akademik tinggi, tetapi kendala jarak tempat tinggal dari sekolah jauh, sehingga tidak bisa diterima kesekolah yang diinginkannya. Sebaliknya siswa yang mendapatkan nilai rendah dengan mudahnya diterima disekolah tersebut, karena jarak rumah dekat dengan sekolah.

Dalam hal ini jelas betapa lemahnya peran negara dalam memenuhi kebutuhan rakyatnya, khususnya dalam masalah pendidikan. Kebijakan negara selalu dialihkan kepada pihak swasta atau pada kaum kapitalis, masalah pendidikanpun dijadikan lahan bisnis untuk mencari keuntungan secara materi. Seharusnya pendidikan menjadi kewajiban pemerintah secara penuh, karena setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan merata, tanpa membedakan status sosial dan sebagainya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *