Opini

INDONESIA DARURAT JUDI ONLINE

110
×

INDONESIA DARURAT JUDI ONLINE

Sebarkan artikel ini

Oleh : Umi Astuti
Pemerhati Keluarga dan Instruktur Go Ngaji

 

Jakarta, CNBC Indonesia Jumlah warga RI yang bermain judi online tembus di angka 3 juta. Dalam diskusi daring “Mati Melarat Karena Judi,” Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkapkan ada sekitar 3,2 juta warga Indonesia yang bermain judi online. Menang ketagihan, kalah penasaran. Judi sungguh telah meracuni kehidupan masyarakat.Ingin kaya secara instan main judi menjadi jalan keluar.Ingin punya uang tanpa usaha maximal judi menjadi pilihan. Buktinya lebih dari 3 juta warga terlibat dalam permainan judi online ( judol).

Koordinator Kelompok Substansi Humas PPATK M. Natsir Kongah mengungkapkan pihaknya saat ini sudah memblokir sekitar lima ribu rekening masyarakat Indonesia yang terindikasi judol. Menkominfo menyebut, sepanjang 17 Juli 2023 hingga 21 Mei 2024, telah berhasil memblokir 1.904.246 konten judol.

Dampak Judol Makin Meresahkan.

Kasus seorang polwan yang membakar suaminya sendiri—yang sama-sama anggota—lantaran kesal sang suami kerap bermain judi adalah contoh miris. Terbaru, prajurit TNI AD di Yonkes Divisi Infanteri 1 Kostrad, Prada PS, diduga bunuh diri karena judol. Tersebab judol pula, rumah tangga berantakan, hubungan keluarga tidak karuan, kehidupan pun berserakan. Dampak lain Judol yaitu maraknya perceraian, kriminalitas remaja meningkat, Curanmor , malas bekerja dan masih banyak lagi.

Upaya Pemerintah

Untuk mencegah dampak kerusakan Judol, Presiden Jokowi telah meneken Keppres No .21 /2024 tentang Satgas Pemberantasan Judol.Maka ada dua cara untuk memberantas judi online:

Pertama, upaya pencegahan yang dilakukan lewat jalur edukasi dan literasi. Dalam hal ini, Menkominfo Budi Arie Setiadi, selaku Ketua Harian Pencegahan, diberi mandat oleh presiden untuk mencerdaskan masyarakat untuk mengurangi permintaan judi online.

Kedua, penindakan yang dikomandoi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sehubungan dengan hal ini, Usman menyebut Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo juga dilibatkan untuk menurunkan [takedown] situs judi online maupun situs yang menampilkan Judol( CNBC Indonesia 15- 6- 2024)

Pada kesempatan yang sama, Koordinator Kelompok Substansi Humas PPATK M Natsir Kongah, mengungkapkan pihaknya saat ini sudah memblokir sekitar 5 ribu rekening masyarakat Indonesia yang terindikasi judol. Perkiraan sementara menunjukkan bahwa terdapat sekitar 3,2 juta pemain judol yang berasal dari berbagai latar belakang seperti pelajar mahasiswa, dan ibu rumah tangga.

Pertanyaan, mampukah satgas pemberantasan Judol mampu menyelesaikan dan mencegah Masyarakat tidak akan terjerat kedalam lingkaran setan perjudian?

Akar Masalah

Besarnya jumlah masyarakat Bermain judol jelas sangat memprihatikan.Sejak dulu yang namanya Judi memang menghancurkan, tidak ada pemain judi menjadi kaya, hidupnya tentram, damai yang ada hanyalah kehancuran diberbagai sisi. Permasalahannya sangat komplek karena sistem Kapitalis yang semakin tidak manusiawi. Siapapun akan mudah terjerat Judi jika menyangkut masalah ekonomi. Kemiskinan sering menjadi alasan terjunnya ke dunia Judol . Kebutuhan semakin banyak, harga – harga kebutuhan pokok naik sedangkan pendapatan tidak naik.

Pada akhirnya masyarakat mengambil jalan pintas yakni melalui pinjaman atau judi secara online. Kemiskinan bisa memicu seseorang berbuat haram yang berpotensi pada kriminalitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *