Opini

Geng Motor Kian Meresahkan, Akankah Tersolusikan?

104
×

Geng Motor Kian Meresahkan, Akankah Tersolusikan?

Sebarkan artikel ini

Oleh Ruri R
Pegiat Dakwah

 

Keamanan sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat. Sebaliknya banyaknya tindak kejahatan membuat ketenangan masyarakat terusik, tegang, tidak nyaman, dan penuh kekhawatiran. Apalagi kejahatan hari ini tidak sedikit mengakibatkan sampai hilangnya nyawa.

Terjadi di daerah Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pembacokan yang menimpa tujuh orang korban. Kepala Kepolisian sektor (Kapolsek) setempat, Kompol Deni Rusnandar membenarkan adanya kasus tersebut dan saat ini tengah diselidiki oleh aparat setempat. Diduga geng motor adalah pelaku utamanya. (Kompas.com, Ahad 5 Mei 2024)

Cicalengka yang sebelumnya sudah dikenal sebagai daerah rawan begal, dengan adanya pembacokan membuat masyarakat bertambah was-was, merasa bahwa lingkungan sekitarnya sudah tidak aman. Mirisnya lagi, di antara para pelaku pembacokkan sebagian dari mereka ada yang masih berusia remaja.

Maraknya geng motor bukan hanya di Cicalengka. Aksinya makin liar dan brutal. Tidak segan-segan menganiaya, bahkan memperkosa. Manusia diperlakukan bak binatang. Motifnya beragam, karena alasan ekonomi, sakit hati, dan yang lainnya.

Bukan tidak ada penanganan, namun sampai saat ini kasus bukan semakin berkurang, tetapi sebaliknya malah kian bertambah. Seolah sudah cukup dengan menyerahkan kasus tersebut kepada para orang tua dan pihak kepolisian. Seharusnya ditangani secara serius, terlebih para remaja, mengingat mereka adalah calon pemimpin di masa depan.

Ketidakseriusan penanganan diakibatkan dari penerapan sistem sekularisme liberal. Sekularisme yang menjauhkan agama dari pengaturan kehidupan telah menggerus dan memperlemah keimanan. Sehingga seseorang dengan entengnya melakukan tindak kejahatan tanpa memikirkan akibatnya apalagi takut dosa. Keimanan yang seharusnya menjadi kontrol bagi dirinya malah terjerumus kepada kehidupan liberal, yang penting menyenangkan, tidak mengenal halal haram.

Dari sini nampak jelas bahwa sistem sekuler telah gagal menciptakan keamanan sekaligus gagal membina generasi. Yang ada rakyat dibuat makin resah, generasi kian rusak. Jika dibiarkan tentu saja remaja terancam di ambang kehancuran. Mentalnya rapuh, mudah tersulut emosi oleh hal sepele, jauh dari kata tangguh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *