Opini

Gas Melon Susah, Rakyat Berkeluh-kesah

145
×

Gas Melon Susah, Rakyat Berkeluh-kesah

Sebarkan artikel ini

Oleh Leha

(Pemerhati Sosial)

 

Kelangkaan gas melon atau gas 3 kilogram sangat dirasakan oleh warga Samarinda. Gas melon susah ditemukan, kalau pun ada harga melangit. Para emak berkeluh-kesah, beli masak atau kayu bakar pun terpaksa dilakukan.

Anehnya juga beberapa agen gas Elpiji yang bekerjasama dengan Pertamina mengaku belum dikirimin stok dari Pertamina. Bahkan ketika gas datang, hanya berselang beberapa menit, gas melon yang ada langsung ludes. (Sumber Habar Kalimantan 04/06/2024)

Kelangkaan gas elpiji pun semakin meresahkan, lantaran lebaran Idul Adha sebentar lagi. Warga terpaksa antri di pangkalan karena di eceran gas melon per tabungnya mencapai dua kali lipat dari harga eceran tertinggi (HET). Sistem pendistribusian gas melon yang saat ini tidak merata semakin memperparah situasi.
(Sumber Tribunkaltim 05/06/24)

*Kapitalisme Akar Masalah*

Kebutuhan akan gas seharusnya menjadi hak setiap warga negara. Semestinya pemerintah sebagai pengurus dan pelindung masyarakat tidak lalai menjamin kebutuhan masyarakat, termasuk kebutuhan gas. Namun nyatanya, pemerintah hanya sebagai regulator antara pengusaha dan rakyat.

Negara membedakan antara miskin dan kaya. Negara memberikan subsidi si melon bagi masyarakat miskin, sedangkan bagi masyarakat kaya, negara menjualnya tanpa subsidi dengan harga berkali-kali lipat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *