OpiniOpini

Gaji Dosen Rendah, Kemuliaan Pendidik Diabaikan

105
×

Gaji Dosen Rendah, Kemuliaan Pendidik Diabaikan

Sebarkan artikel ini

Oleh Nia Marliah

Aktivis Muslimah

Dosen merupakan seorang pendidik yang memiliki kehormatan di mata masyarakat. Akan tetapi, tidak banyak yang mengetahui bahwa mayoritas dosen mendapatkan gaji yang terbilang cukup rendah yakni berkisar kurang dari Rp3 juta pada kuartal pertama tahun 2023. Banyak dari dosen yang mengungkapkan jika mereka setiap bulan membutuhkan 3jt sampai 10 jt untuk memenuhi biaya hidup.

Oleh sebab itu, dosen memilih mengambil pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga hal tersebut dapat menurunkan kualitas pendidikan. Di sisi lain, beban kerja seorang dosen begitu berat yakni, harus memenuhi kewajiban jam mengajar SKS yang membuat dosen semakin sulit untuk membagi waktunya.

Melalui akun media sosial, sejumlah dosen meluapkan perasaannya bahwa gaji yang mereka terima masih di bawah UMR (Upah Minimum Regional). Berdasarkan informasi dari Ubaid Matraji selaku Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) bahwa alasan gaji dosen masih banyak yang tidak layak adalah karena kebijakan yang diberlakukan untuk dosen serta tenaga pendidik lainnya belum berpihak pada kesejahteraan dosen.
Kampus dalam hal ini melakukan minimalisir pengeluaran termasuk gaji dosen dikarenakan beban pembiayaan dilimpahkan ke kampus baik kampus negeri ataupun swasta, bukan ditanggung oleh pemerintah.

Sistem pendidikan jelas sedang menciptakan “mesin” pendidikan yang tidak dapat diharapkan berfungsi optimal bahkan ala kadarnya atau di bawah standar. Bagaimana tidak, operasional pendidikan yang diharapkan berujung pada output dan outcome pendidikan berkualitas, hanya akan dapat terselenggara dengan baik apabila didukung dengan tingkat kompetensi tinggi, yang hanya dapat terealisasi apabila diimbangi dan didorong oleh tingkat kesejahteraan dosen yang cukup dan memadai secara finansial.

Ironisnya, pada satu sisi dosen diberikan beban kerja yang mengharuskan publikasi di jurnal nasional dan Internasional serta membuat buku yang juga membutuhkan biaya, tingkat kesejahteraannya masih minim. Terlebih lagi, dosen menerima dana penelitian, laporan pertanggungjawabannya dirasa begitu detail dan rumit sehingga menjadi kendala tersendiri bagi profesi dosen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *