Cerbung

Di Saat Amanah Tak Lagi Bertahta (4)

100
×

Di Saat Amanah Tak Lagi Bertahta (4)

Sebarkan artikel ini

Melalui mulut dan hidungnya, Joe, menarik udara segar dalam-dalam. Lalu dihembuskan begitu saja.
“Huuuuh,”. “Reisha, yach, Reisha, gadis imut-imut yang kerjaannya sebagai sales rokok itu ya,” jawab Joe.

“Bukan yang itu!” jelas Budi!

“Ouoohh,, ya.. yaa, aku baru ingat, balas Joe sambil menganggukan kepala,”.

“Kemarin malam, aku masih berbincang dengannya. Itu via Whatsapp!”.

“Dan memang sih, kalau dinilai dari percakapan yang terjadi, sepertinya, ada kesan Reisha ada perhatian dengan Joe. Itu pun baru dugaan,”. Sebab Joe tidak ingin memikirkan terlalu jauh.

“Coba lihat!, ini percakapan Joe dengan Reisha!”.

Sesaat, Joe menarik kembali telepon genggamnya, yang akan disodorkan kepada Budi.

“Bud, bagusnya saya bacakan saja, sebab banyak rahasia perusahaan didalamnya,” jelas Joe agar chating lainnya tidak terbaca Budi.

Reisha : “Assalamu’alaikum bang, apa dh plg kerja,”.

Joe : “Wa’laikumsalam. Nich, barusan sampai dirumah”.

Reisha : “Duh, capek ya,, jangan terlalu diforsir tenaganya atuh, ntar sakit lho”.

Agar tidak bertele-tele, dan mengetahui maksud Reisha, Joe bertanya dengan singkat.

Joe : “Emang ada yang perlu disampaikan!, atau butuh bantuan Joe?”.

Reisha  ”Kok ngomongnya seperti itu!, memang tidak boleh ya,? Reisha bertanya!”.

Ada nada kekecewaan, dalam bahasa yang disampaikan Reisha.
Sadar akan kekasarannya, lalu Joe mengirim gambar smile dan meminta maaf kepada Reisha.

Joe : “Maafkan Joe yaa, Realy,! tidak ada niatan Joe untuk membuat ketidak nyamanan percakapan ini terjadi, cuman Joe lagi lelah saja“.

Joe memberi penjelasan untuk menetralisir perasaan Reisha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *