Opini

Bullying Live, Bukti Rusaknya Generasi

113
×

Bullying Live, Bukti Rusaknya Generasi

Sebarkan artikel ini

Oleh : Delvia

 

Belum lama ini beredar kabar mengejutkan di media sosial terkait aksi pembullyan atau perundungan yang diduga dilakukan sekelompok remaja perempuan terhadap seorang remaja putri di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Bahkan, aksi tersebut disiarkan secara live melalui media sosial pada Rabu 22 Mei 2024.

Berdasarkan informasi yang beredar, kejadian diduga berlangsung di Jalan Siraj Salman, Samarinda. Korban pun diduga merupakan warga Loa Buah. Setelah video aksi pembullyan tersebut viral, muncul pula video lain yang memperlihatkan adegan penganiayaan terhadap korban. Melihat kejadian ini warga masyarakat jadi resah dan meminta kepada aparat untuk segera menyelesaikan perkara ini sampai tuntas serta memberikan sanksi yang tegas kepada pelaku.

Kapitalisme Biangnya

Kasus pembullyan yang dilakukan remaja ini bukanlah kasus yang pertama kali terjadi. Kejadian serupa sudah sering terjadi baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat sekalipun. Bullying saat ini sudah menjadi trend bahkan lifestylenya generasi. Ini bisa dilihat dari bagaimana mereka melakukan bullying tanpa rasa takut, mereka melakukan aksinya secara terbuka bahkan secara live.

Hal itu wajar karena generasi menganggap bullying bukanlah suatu kejahatan dan keburukan. Mereka menganggap ini merupakan trend. Tidak sedikit dari kasus bullying ini berakhir kematian. Walhasil Sikap ini menunjukkan adanya kesalahan dalam memandang keburukan. Sehingga perilaku buruk ini makin marak dan parah.

Melihat masifnya bullying saat ini, tentu ini menjadi bukti bahwa negara gagal melindungi generasi dari sikap bullying atau perundungan. Perbuatan perundungan yang marak saat ini tak berdiri sendiri. Ada beberapa faktor yang melatarbelakanginya, mulai fenomena geng sekolah, pengaruh negatif media, pola asuh dan sistem pendidikan rusak.

Pendidikan yang diberikan kepada generasi saat ini adalah pendidikan yang tidak menanamkan ketakwaan dan keimanan sehingga tidak ada rasa takut di hati mereka ketika melakukan perbuatan dzalim kepada orang lain. Selain itu, lemahnya kontrol masyarakat yang tidak peduli dengan amar makruf nahi mungkar dan hilangnya peran negara dalam menerapkan aturan yang tegas, sehingga solusi yang berjalan tidak efektif menyelesaikan perundungan.

Semua itu merupakan buah dari sistem yang diterapkan saat ini yaitu sistem kapitalisme sekuler. Di mana dalam sistem ini setiap individu diberikan kebebasan dalam melakukan hal apapun. Selain itu kehidupan dan sistem aturan yang sekuler juga menumbuhsuburkan jiwa-jiwa yang jauh dari nilai moral dan agama sehingga mereka jauh dari kesadaran akan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *