Opini

BLACKOUT TERJADI DI NEGERI SURPLUS ENERGI, KOK BISA?

92
×

BLACKOUT TERJADI DI NEGERI SURPLUS ENERGI, KOK BISA?

Sebarkan artikel ini

Oleh: Kiki Ariyanti

Blackout atau pemadaman listrik besar-besaran dengan durasi cukup lama masih saja terjadi di negeri dengan pasokan energi melimpah ini. Kali ini, kejadian blackout menimpa sebagian wilayah Pulau Sumatra. Salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki cadangan listrik berlebih.  Berdasarkan data PLN per Desember 2023, sistem kelistrikan Sumatra memiliki cadangan daya yang sangat besar dengan reserve margin sebesar 41%.

Reserve margin merupakan cadangan daya pada sistem ketenagalistrikan terhadap beban puncak. Tingkat keandalan pasokan listrik di suatu sistem dicerminkan oleh besarnya reserve margin ini. Idealnya reserve margin yang optimal berada di kisaran 24%-35%. Besarnya reserve margin di Sumatra menunjukkan bahwa sistem kelistrikannya mengalami kelebihan pasok.

Sejak Selasa (4/6/2024) hingga Rabu (5/6/2024), aliran listrik mulai dari Aceh hingga Lampung mengalami pemadaman bergilir dengan durasi yang bervariasi, mulai dari 10 jam, bahkan ada yang hingga 24 jam. Dikutip dari ekonomi.bisnis.com 6 Juni 20234.

Sungguh miris, hal seperti ini tidak seharusnya terjadi di negeri yang memiliki sumber daya alam yang berlimpah. Kejadian ini membuktikan bahwa negara lemah melakukan mitigasi dan pemeliharaan listrik. Negara tidak bisa maksimal mengurus rakyat. Sedangkan listrik adalah kebutuhan publik yang menjadi tanggung jawab negara.

Di sisi lain, kejadian ini menimbulkan sorotan kurang profesionalnya PLN dalam mengurus listrik rakyat. Padahal hari ini ada penambahan permintaan listrik dan pembangkitnya pada tramisi Sumatra pada masa yang akan datang. Dengan demikian dibutuhkan adanya profesionalisme pengelolaan SDA, yang mendorong dibukanya investasi asing.

Dengan terjadinya peristiwa ini, investasi dari asing seolah-olah perlu untuk dilakukan. Padahal hari ini sebagian besar kekayaan alam sudah dikelola oleh asing termasuk SDA sumber listrik yang dikuasai oleh asing atau swasta.

Sekarang, sejak diterapkan sistem kapitalis berbagai macam persoalan kehidupan sering terjadi. Ditambah lagi sistem ini sangat menjunjung tinggi nilai materi dengan asas manfaat yang mengakibatkan negara lebih condong terhadap kepentingan para penguasa dan pemilik modal daripada rakyatnya. Bahkan bisa dibilang sistem ini mematikan peran negara sebagai pelayan umat. Belum lagi prinsip kebebasan kepemilikan yang dianut dalam sistem ini dapat menjadikan pihak asing atau swasta berkuasa atas sagala-galanya. Mereka para pemilik modal bisa dengan bebas menguasai kekayaan milik rakyat melalui undang-undang yang disahkan oleh penguasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *