Berita

Bersama Calon DPRD Terpiliih, Bupati Lima Puluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo Bezuk Warga Duafa

48
×

Bersama Calon DPRD Terpiliih, Bupati Lima Puluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo Bezuk Warga Duafa

Sebarkan artikel ini

Nusantaranews.net, Limapuluh Kota – Tengah malam buta, menjelang waktu sahur tiba. Bupati Lima Puluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, bersama calon anggota DPRD terpiliih, M. Fajar Rillah Vesky, berhujan-hujan, membesuk Nursian atau Tek Sian, 75 tahun, seorang warga dhuafa yang terbaring sakit di rumah berlantai papan nan sudah lapuk.

 

Rumah Nursian atau Tek Sian berada di Jorong Dalam Nagari, Nagari Tungkar, Kecamatan Situjuah Limo Nagari. Bupati Safaruddin dan Fajar berhujan-hujan mendatangi rumah itu pada Selasa (2/04/2024) tengah malam, juga ikut hadir Ketua Baznas Lima Puluh Kota Ustad Yulius, Wali Nagari Tungkar Yusrizal Dt. Pado, dan Ketua LPM Tungkar, Masyudha Putra.

 

Menurut Yusrizal Dt. Pado dan Masyudha Putra, Nursian atau Tek Sian, sudah lama mengalami sakit menahun di rumahnya. Tek Sian yang semasa sehatnya bekerja sebagai pedagang pongek cubodak berkeliling dengan gerobak, mengalami sakit karena faktor usianya yang sudah termasuk uzur.

 

Tek Sian lahir 10 April 1949. Bulan ini usianya genap 75 tahun. Dia tinggal di rumahnya yang berdinding papan dan berlantai papan, bersama dua anaknya, hasil pernikahan dengan suaminya, almarhum Basyiruddin. Kedua anak Tek Sian itu bernama Jhon Abdi Putra (53thn), yang bekerja sebagai petani, dan Renti Novita (51thn), yang bekerja pada warung foto copy di Simpang Tiga Tungkar.

 

Menurut Yusrizal Dt. Pado, Tek Sian dan dua anaknya yang belum menikah, termasuk warga dhuafa atau warga kurang mampu di Nagari Tungkar. Saat ada bantuan sosial atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah nagari, Tek Sian termasuk penerima bantuan. Hanya saja, karena Tek Sian sudah tak kuat berjalan, bantuan sosial itu diantar langsung ke rumahnya.

 

“Ketika mengantar bantuan ini, ada cerita mengharukan. Ternyata, separuh dari lantai papan rumah Tek Sian, sudah lapuk. Tinggal separuh bagian saja yang masih bisa dilewati. Karena khawatir lantai rumah itu akan amblas, sengaja kami tugaskan perangkat nagari yang postur tubuhnya paling kecil, untuk mengantar bantuan ke dalam rumah,” kata Yusrizal Dt. Pado.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *