Opini

BERAS MELANGIT, HIDUP MAKIN SULIT

101
×

BERAS MELANGIT, HIDUP MAKIN SULIT

Sebarkan artikel ini

Oleh : Zakia Salsabila

Lagi dan lagi harga bahan pokok kembali melangit. Masyarakat harus siap dengan kenaikan harga beras saat ini. Dikutip dari cnbcindonesia..com, Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) resmi menetapkan Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras medium dan premium. Melalui Perbadan Nomor 5 tahun 2024 tentang Perubahan atas Perbadan Nomor 7 tahun 2023 tentang HET Beras, harga beras medium, dan beras premium diatur berdasarkan wilayah.

Untuk wilayah Jawa, Lampung, dan Sumatera Selatan, HET beras medium Rp 12.500/kg (dari sebelumnya Rp 10.900/kg) dan HET beras premium Rp 14.900/kg (dari sebelumnya Rp 13.900/kg). Wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, dan Kepulauan Bangka Belitung, HET beras medium Rp 13.100/kg (dari sebelumnya Rp 11.500/kg) dan HET beras premium Rp 15.400/kg (dari sebelumnya Rp 14.400/kg).
Untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat, HET beras medium Rp 12.500/kg (dari sebelumnya Rp 10.900/kg) dan HET beras premium Rp 14.900/kg (dari sebelumnya Rp 13.900/kg). Wilayah Nusa Tenggara Timur, HET beras medium Rp 13.100/kg (dari sebelumnya Rp 11.500/kg) dan HET beras premium Rp 15.400/kg (dari sebelumnya Rp 14.400/kg). Untuk wilayah Sulawesi, HET beras medium Rp 12.500/kg (dari sebelumnya Rp 10.900/kg) dan HET beras premium Rp 14.900/kg (dari sebelumnya Rp 13.900/kg).

Selanjutnya wilayah Kalimantan, HET beras medium Rp 13.100/kg (dari sebelumnya Rp 11.500/kg) dan HET beras premium Rp 15.400/kg (dari sebelumnya Rp 14.400/kg). Wilayah Maluku, HET beras medium Rp 13.500/kg (dari sebelumnya Rp 11.800/kg) dan HET beras premium Rp 15.800/kg (dari sebelumnya Rp 14.800/kg) dan yang terakhir wilayah Papua, HET beras medium Rp 13.500/kg (dari sebelumnya Rp 11.800/kg) dan HET beras premium Rp 15.800/kg (dari sebelumnya Rp 14.800/kg).

Sementara itu negara kita juga terkenal dengan negara agraris dimana masyarakatnya bekerja sebagai petani, memiliki sumber daya alam yang banyak juga lahan pertanian yang luas. Namun sayangnya untuk pemenuhan stok pangan dalam negeri, pemerintah masih mengimpor. Kuota impor beras sepanjang 2024 sebanyak 4,04 juta ton, dimana terdiri dari 3,6 juta ton beras umum dan 400 ribu ton beras khusus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *