Opini

Benarkah “Menstrual Hygiene Day” Mampu Membangun Generasi Emas?

75
×

Benarkah “Menstrual Hygiene Day” Mampu Membangun Generasi Emas?

Sebarkan artikel ini

 

Oleh Herra

Aktivis Muslimah

KAB. BANDUNG – Pemerintah Kabupaten Bandung bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah, lembaga pendidikan, kesehatan dan pihak lainnya melaksanakan kampanye bersama dalam rangka Menstrual Hygiene Day (MHD) dengan tema edukasi pubertas dan manajemen kebersihan menstruasi (MKM) membangun generasi emas yang sehat dan Bedas di Dome Bale Rame Soreang, Selasa (28/5/2024). Pada kegiatan itu dihadiri 32.000 peserta, baik yang hadir secara langsung di Dome Bale Rame maupun melalui zoom yang tersebar di Kabupaten Bandung.

Bupati Dadang Supriatna, mengucapkan terima kasih kepada Speak Indonesia dan Unicef serta pihak lainnya yang telah menginspirasi kegiatan tersebut. Hal ini sebagai salah satu upaya dan kepedulian bersama dalam membangun generasi emas masa depan yang sehat dan berkualitas. Ia juga mengaku bersyukur dan mengapresiasi bahwa Kabupaten Bandung dijadikan daerah percontohan, pertama di Indonesia sebagai daerah yang paling inisiatif dan inovatif dalam pengembangan dan peluasan manfaat peserta edukasi pubertas dan manajemen kebersihan menstruasi yang diikuti 32.000 peserta baik yang hadir secara langsung maupun zoom. (media online Humas Pemkab Diskominfo, 28 Mei 2024)

Beginilah jika sebuah negeri yang tidak memiliki visi misi bernegara yang kuat dan benar. Negara disibukkan dengan sesuatu yang tidak urgent. Saat negara memberi pelayanan kesehatan yang utuh, mengajarkan thaharoh yang benar sesuai syari’at, mengerti akar persoalan mengapa generasi menjadi tidak cerdas, tidak kuat fisiknya dan tidak berkualitas. Tentunya bukan karena kurang faham menyikapi kebersihan saat menstruasi tetapi negara abai menjaga rakyatnya secara individu per individu. Permasalahan yang urgent hari ini justru diawali karena ketidaktahuan para remaja akan tujuan hidup mereka sehingga mereka hanya menghabiskan waktu dengan hal-hal yang tidak bermanfaat seperti nongkrong, mager, joget-jogetan, bahkan remaja hari ini ada yang melakukan kriminal seperti begal, pemerkosaan, melakukan pacaran tanpa batasan, tawuran dll.

Dari segi pendidikan pun banyak remaja yang putus sekolah karena dampak dari mahalnya biaya pendidikan, dari segi kesehatan remaja hari ini tidak sedikit yang sudah mengalami sakit yang disebabkan oleh faktor makanan minuman yang instant.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *