Opini

Bahaya Kejahatan Mengintai Anak, Buah Sistem Sekulerisme

83
×

Bahaya Kejahatan Mengintai Anak, Buah Sistem Sekulerisme

Sebarkan artikel ini

Semua ini dampak diterapkannya sistem Kapitalisme Sekuler. Masyarakat hidup dalam sistem rusak yang menjauhkan agama dari kehidupan. Perlindungan negara terhadap rakyat kian hilang, bahkan terkesan abai. Hingga sanksi hukum yang diberikan pada pelaku pun tidak berdampak, justru yang ada pelaku kejahatan semakin bertambah banyak. Ketika negara abai, maka berbagai keburukan di tengah masyarakat akan terus terjadi.

Dalam aturan Islam, perlindungan terhadap seluruh warga negara menjadi tanggung jawab besar negara. Setiap tindakan yang membahayakan keselamatan, maka negara akan memberikan sanksi yang tegas.

Keamanan adalah hal yang wajib diwujudkan oleh negara, namun hal ini masih belum menjadi prioritas negara. Abainya negara atas keselamatan rakyatnya adalah salah satu bukti lemahnya negara sebagai junnah atau pelindung rakyat.

Setiap individu harus dikuatkan akidahnya terhadap allah sebagai penciptanya. Setiap individu yang beriman harus selalu menyadari setiap perbuatannya akan dihisab oleh Allah swt. Kehidupan akhirat yang abadi tergantung dari bagaimana manusia menjalani kehidupannya di dunia, apakah sesuai dengan ketentuan Allah atau tidak. Atas dasar inilah, setiap individu yang bertakwa akan senantiasa berusaha untuk taat dan emnghindari maksiat.

Individu yang bertakwa harus didukung dengan keberadaan masyarakat Islam yakni masyarakat yang melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Dakwah senantiasa dilaksanakan sehingga menjadi pengingat bagi individu untuk selalu berperilaku sesuai dengan hukum syara.

Negara juga memiliki peran dalam upaya pencegahan terjadinya kejahatan. Setiap individu yang berkewajiban mencari nafkah akan diberikan lapangan pekerjaan. Bila individu tersebut memiliki keterapilan maka akan diberikan bantuan modal, sarana maupun prasarana. Sehingga setiap individu memiliki pekerjaaan dan penghasilan yang layak dan halal. Dorongan ketakwaan juga menjadikan dirinya menghindari perbuatan-perbuatan melanggar hukum syara meskipun dalam keadaaan kesulitan. Bila terjadi pelanggaran hukum syara, maka negara akan memberlakukan sistem persanksian Islam, dimana hukum yang ditetapkan Allah pastilah hukum yang paling adil bagi manusia.

Dengan demikian, kasus tindak kejahatan anak akan selesai dengan menerapkan syariat Islam. Sistem Islam akan bersungguh-sungguh dalam menciptakan kesejahteraan dan kehidupan yang aman tenteram. Tindak kejahatan pun akan hilang. Masyarakat akan hidup dalam ketenangan.

Wallahua’lam bishawab0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *