Opini

Bagi – bagi Kue Kekuasaan di Balik Izin Kelola Tambang Bagi Ormas

103
×

Bagi – bagi Kue Kekuasaan di Balik Izin Kelola Tambang Bagi Ormas

Sebarkan artikel ini

Oleh: Umma Faynan Shaliha

 

Baru – baru ini Presiden Joko Widodo menandatangani aturan yang membolehkan organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan memiliki ijin pengelolaan tambang. Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 25 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah (PP) No. 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. PP ini ditetapkan Presiden Joko Widodo pada 30 Mei 2024 dan mulai berlaku efektif pada tanggal tersebut.

Aturan baru tersebut isinya menyetujui pemberian Wilayah Ijin Usaha Pertambangan Khusu (WIUPK) kepada organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan. Bahkan mendapatkan ”penawaran prioritas” dalam mengelola WIUPK yang selama ini dipriorotaskan untuk badan usaha negara.

Ada 6 ormas keagamaan yang mendapat ijin pengelolaan tambang, yaitu NU, Muhammadiyah, Katholik, Protestan, Hindu, dan Budha. Sejumlah ormas keagamaan merespon kebijakan Presiden Joko widodo ini, namun tidak semua ormas keagamaan menerima tawaran mengelola tambang. Ada ormas keagamaan yang mau pikir – pikir dahulu, bahkan ada ormas keagamaan yang menolak.

Jelas aturan ini banyak menuai kritik dari berbagai pihak. Pasalnya, aturan ini dituding bermotif politik, dapat memicu konflik horizontal, hingga memperburuk kerusakan lingkungan akibat tambang. Ormas keagamaan dipandang tidak memiliki kompetensi dan pengalaman untuk mengelola sektor pertambangan. Sehingga sulit untuk memberikan ijin mengelola pertambangan, yang membutuhkan kemampuan teknologi, SDM, keuangan, pengelolaan lingkungan hidup, masalah sosial, dan lain lain. Justru jika pengelolaan tambang jatuh pada pihak yang tidak berkompeten, dapat berpeluang pengelolaan tambang tersebut dijual kepada pihak ketiga, bisa perusahaan tambang swasta bahkan perusahaan tambang asing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *