Opini

Anak Pelaku Kriminal Dimana Peran Keluarga?

139
×

Anak Pelaku Kriminal Dimana Peran Keluarga?

Sebarkan artikel ini

Dibanding berbalik dengan dalam Sistem Islam. Dimana seluruh permasalahan akan dikembalikan pada aturan Allah membuat manusia itu sendiri. Sebagai contoh dalam menyelesaikan kriminal anak baik yang menimpa anak atau yang menjadi pelaku kriminal akan bisa dihentikan. Sehingga seluruh aspek harus disinergikan oleh negara yaitu:

Dalam sistem pendidikannya yang berbasis Islam. yaitu bertumpu pada aqidah Islam, dan akan menghasilkan peserta didik berkepribadian Islam bukan kriminal. Karena output dari aqidah islam ini adalah individu yang bertaqwa. bertumpu pada halal haram saat berbuat. Paham akan adab pergaulan dalam Islam. Sehingga memiliki rasa takut saat terjun pada sirkel yang salah. Sebab sejatinya ketaqwaan individu akan membawa dia selalu merasa diawasi malaikat pencatat amal. Sehingga akan berhati-hati dalam setiap tindakanya.

Peran orang tua dalam Pendidikan anak sangat besar: Ibu adalah sekolah pertama dan pendidik pertama bagi putra putrinya, Bagi putra putri saudaranya dan kanan kirinya. Dari sini orang tua yang bertaqwa akan senantiasa berpedoman pada Islam.

Masyarakat yang peduli. Ini pun ada karena sistem Islam yang diterapkan karena didalamnya ada kewajiban amar ma’ruf nahi munkar. sehingga tidak akan terjadi masyarakat yang apatis, cuek terhadap keadaan sekitar. Dari sini sudah bisa dipastikan ketika tumbuh benih sudah diberangus oleh nasehat- nasehat dari masyarakat yang menangkap gelagat tidak baik tersebut.

Yang terakhir Islam menetapkan adanya sanksi tegas dan tidak membedakan usia selama sudah baligh atau dilakukan dalam keadaan sadar ya mendapatkan hukuman yang sama. Dalam hukuman pidana Islam, selain akan mendapatkan sanksi pidana berupa qishash atau membayar diyat, terhadap pelaku pembunuhan juga akan mendapat hukuman di akhirat, sebagaimana firman Allah SWT, yang artinya: “Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya adalah Jahanam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutuknya serta menyediakan azab yang besar baginya.” ( Qs. An-Nisa :93)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *