Opini

Anak Pelaku Kriminal Dimana Peran Keluarga?

109
×

Anak Pelaku Kriminal Dimana Peran Keluarga?

Sebarkan artikel ini

Oleh: Lilik Solekah, SHI.
(Ibu Peduli Generasi)

Bagaikan disayat sembilu. Pedih itulah yang dirasakan para ibu yang peduli dengan keadaan generasi masa kini. Bagaimana tidak, setiap hari berita hanya ada kriminalitas, pembunuhan, pencurian, pembulian, dan banyak lagi permasalahan negeri ini. Termasuk berita dari sukabumi dengan gemparnya seorang bocah yang menjadi korban pembunuhan dan disodomi.

Ada lagi yang membuat miris di Jambi tiga orang anak yang harus berhadapan dengan hukum karena kasus pembunuhan terhadap seorang santri. Sedangkan para psikolog memberikan sinyal bahwa ini semua disebabkan karena kurangnya peran orang tua terhadap pendidikan anak.

Saya sependapat dengan pendapat para psikolog tersebut bahwa peran orang tua saat ini cenderung minim. hanya harta yang dikejar seolah-olah segala permasalahan selesai hanya dengan harta yang melimpah.

Sesungguhnya tidak sekedar peran orang tua namun meningkatnya Kasus Anak Berkonflik Hukum, ini merupakan alarm bagi orang tua, pendidik, masyarakat dan Negara. Sebab ini bagaikan mata rantai yang tak bisa terpisahkan karena semua berkaitan. Coba bayangkan ketika anak dididik, digembleng dalam rumah saja tanpa interaksi juga akan eksklusif tidak mampu berbaur. Sehingga tidak cukup dengan peran orang tua saja. Jadi akar permasalah dari itu semua masih ada karena jika kita menyentuh peran orang tua saja ini baru cabangnya. Dari sini menimbulkan pertanyaan. Lalu apa akar masalahnya? jawabnya adalah sistem kapitalisme liberal.

Sehingga maraknya kriminalitas oleh anak-anak ini merupakan gambaran buruknya output dalam sistem pendidikan Kapitalisme Liberal tersebut. Dalam sistem ini orang tua dianggap hanya sebagai pihak pemberi materi, sementara itu orang tua juga hanya mengejar materi sebagaimana yang ditanamkan oleh sistem kapitalisme tersebut.

Dalam sistem kapitalisme liberal juga meniscayakan adanya sanksi yang tidak menjerakan apalagi jika pelaku anak-anak (usia kurang dari 18 tahun) ada peradilan anak yang hukumannya cenderung lebih ringan atau bahkan hanya sekedar direhabilitasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *